Free Fire Pointer Blue Cursors at www.totallyfreecursors.com

iklan

flash

iklan

SELAMAT DATANG BLOGGER PARA HACKER

03 April, 2014

Kupu-Kupu Air Terjun Bantimurung makassar


obyek wisata air terjun bantimurung sulawesi
Di Sulawesi Selatan terdapat obyek wisata yang sangat terkenal yaitu Air Terjun Bantimurung. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Airnya jernih dan sejuk serta memiliki arus yang sangat deras sepanjang tahun. Tepat di bawah air terjun, terdapat landasan batu kapur yang dapat digunakan sebagai tempat pemandian. Batuan kapur yang sangat keras dan sudah tertutup lapisan mineral akibat terkena aliran air beratus-ratus tahun.
Di sebelah kiri air terjun tersebut, terdapat 2 buah gua yang diberi nama Gua Mimpi dan Gua Batu. Untuk menuju ke gua tersebut, terdapat tangga yang terbuat dari beton dengan tinggi 10 meter.

Obyek Wisata

pintu masuk air terjun bantimurungSelain pesona keindahan air terjun, obyek wisata Air Terjun Sulawesi Selatan ini merupakan “rumah” berbagai jenis spesies kupu-kupu langka, sehingga pada waktu zaman penjajahan Belanda, pernah dijuluki “Kingdom of Butterfly“. Bahkan Alfred Rassel Wallase yang berasal dari Inggris pernah tinggal sementara selama sekitar 1 tahun hanya untuk meneliti sekitar 150 spesies kupu-kupu langka tersebut.
museum kupu kupu bantimurungDan sampai sekarang pun, para wisatawan yang datang berkunjung ke air terjun ini masih dapat melihat atraksi kupu-kupu beraneka warna yang terbang di antara bunga dan semak yang tumbuh di Gunung Batu Bantimurung. Jika Anda ingin melihat lebih jelas tentang spesies kupu-kupu langka yang ada di air terjun ini, Anda bisa melihatnya di museum yang berada di kawasan obyek wisata Sulawesi ini.

Lokasi

Obyek wisata Air Terjun Bantimurung terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

Akses

Dari Bandara Hasanuddin, air terjun tersebut berjarak kurang lebih sekitar 20 km dan berjarak sekitar 50 km dari Kota Makassar. Jika Anda dari bandara, Anda bisa menggunakan transportasi umum mobil pete-pete atau mikrolet dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Harga  Tiket Masuk

Harga tiket masuk Rp. 5.000,- untuk dewasa dan Rp. 3.500,- untuk anak-anak.

Fasilitas dan Akomodasi

Terdapat bungalow dan pondokan bagi Anda yang ingin menginap di sekitar Air Terjun Bantimurung. Terdapat juga toko dan pedagang yang menjual gantungan kunci berbentuk kupu-kupu yang bisa Anda jadikan sebagai souvenir.
Indeks istilah umum: Air terjun bantimurung, http://www.gocelebes.com/air-terjun-bantimurung/, Akomodasi taman wisata banti murung, kupu kupu bantimurung, bantimurun.

model Rambut “Punk” Kera Hitam Sulawesi

Anda pasti sudah tidak asing dengan kera yang berwarna hitam. Namun kera yang satu ini berbeda dengan kera hitam yang lain. Kera ini berasal dari Genus Macaca, salah satu genus primata yang memiliki persebaran paling luas didunia. Namun kera yang satu ini adalah hewan asli atau endemik Sulawesi. Nama aslinya adalah Macaca nigra.

Jambul Ala Punk

Endemik SulawesiMacaca nigra merupakan jenis kera terbesar yang ada di Pulau Sulawesi. Masyarakat setempat menyebut kera endemik Sulawesi ini dengan nama Yaki. Ada juga yang menyebutnya dengan nama Bolai, dan Dihe. Tingginya sekitar 44-60 Cm, dengan berat badan sekitar 7-15 Kg, cukup besar dibanding dengan kera-kera lainnya. Kulit Yaki berwarna hitam legam, dengan bulu hitam mengkilat yang menutupi seluruh tubuh, kecuali telapak tangan, wajah dan pantat. Ciri unik lainnya dari kera endemik Sulawesi ini adalah ekornya yang pendek. Sekilas akan nampak Kera Hitam Sulawesi ini seakan tidak punya ekor. Karena ekornya hanya sepanjang 20 sentimeter, berbeda dengan kera-kera jenis lain yang umumnya memiliki ekor relatif panjang.
Jambul Ala Punk Macaca nigreNamun ciri Yaki yang paling mencolok adalah pantatnya yang berwarna pink atau merah muda, serta jambul di kepalanya yang mirip potongan rambut gaya Punk. Untung tidak pakai sepatu boot, ya? Ciri lainnya dari Kera Hitam Sulawesi ini adalah warna bulu yang agak terang pada bagian punggung dan paha bagian dalam. Wajahnya berwarna hitam, dengan moncong yang lebih menonjol dibanding dengan kera-kera lainnya.

Perilaku Dan Habitat

Kera endemik Sulawesi ini tergolong hewan semiboreal. Yang artinya selain menghabiskan waktu di pepohonan, Yaki juga sering berjalan-jalan di atas tanah. Yaki juga tergolong diurnal, yaitu mayoritas aktivitasnya dilakukan pada siang hari.
Pada siang hari, Kera Hitam Sulawesi ini menghabiskan waktunya untuk mencari makan. Makanan Yaki adalah daun, bunga, biji, umbi, buah-buahan, serangga, molusca serta telur. Setelah matahari terbenam, Yaki akan kembali ke wilayahnya, dan tidur di atas pohon bersama dengan kawanannya. Habitat asli Yaki adalah Hutan Primer, dan pertengahan antara Hutan Primer dan Hutan Sekunder. Karena di area tersebut masih terdapat banyak pepohonan tinggi dan rimbun, yang menjadi rumah bagi hewan endemik Sulawesi ini. Sesekali Yaki turun ke wilayah yang berpenduduk untuk mencari makan.
Kera Hitam Berpantat PinkSalah satu hal yang unik dari Macaca nigra adalah pantatnya yang bisa berpendar. Ya, pada musim kawin pantat Yaki akan berwarna lebih menyala, terutama Yaki betina. Pada Yaki bertina, warna pink yang lebih cerah ini akan bertahan sampai setelah Yaki melahirkan anaknya. Sedanghan pada Yaki jantan, hanya pada saat musim kawin saja. Selain itu, sistem hierarki dalam kawanan atau kelompok Kera Hitam Sulawesi berlaku sistem matrineal. Sehingga, anggota tetap dari kelompok kera endemik Sulawesi ini adalah Yaki betina. Sedangkan Yaki jantan sering berpindah-pindah kelompok. Satu kawanan Yaki terdiri dari 25 sampai 90 ekor, dimana Yaki betina lebuh banyak jumlahnya dibanding Yaki jantan.

Dilindungi

Seperti halnya Tarsius tumpara, ‘musuh’ Macaca nigra selain ular phyton adalah manusia. Populasi Kera Hitam Sulawesi berkurang drastis mulai tahun 1979, oleh karena perburuan dan pembukaan lahan. Tercatat jumlah Yaki di Sulawesi Utara sekitar kurang dari 100 ribu ekor (tahun 1998). Dan diperkirakan jumlah tersebut saat ini berkurang sangat banyak, akibat habitat asli hewan endemik Sulawesi ini tergusur oleh manusia. Sehingga mulai tahun 2008, Macaca nigra dinyatakan kedalam daftar hewan yang berstatus Critically Endangered.
Untungnya Anda masih bisa mengunjungi Kera hitam Sulawesi ini di Konservasi Macaca nigra yang berada di Sulawesi Utara. Seperti di Cagar Alam Tangkoko Batuangus, dan Cagar Alam Dua Saudara.
Indeks istilah umum: gaya rambut punk, model rambut punk , istilah monyet hitam, model rambut kera attau hewan, kera hitam.

Keindahan Pantai Tanjung Bira Bulukumba

Tanjung Bira Bulukumba
Pantai Tanjung Bira merupakan pantai berpasir putih yang sangat terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Pantai dengan keindahan serta kenyamanannya membuat pantai ini terlihat bersih, rapi dan mempunyai air yang jernih. Karena keindahan dan kenyamanannya tersebut, Tanjung Bira terkenal di mancanegara. Banyak wisatawan asing dari berbagai negara sudah menyambangi objek wisata ini untuk mengisi acara liburan mereka.

Objek Wisata

Tanjung BiraKeindahan Pantai Tanjung Bira tidak diragukan lagi, di dalam kawasan pantai terlihat sangat bersih dan rapi serta tertata cukup baik. Pasir pantainya yang berbeda dari pasir pantai lainnya membuat Tanjung Bira sangat nyaman. Tekstur pasir yang lembut merupakan ciri dari Pantai Tanjung Bira. Pesona pantai dengan panorama alam pesisir pantai tropis yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Pantai yang membujur dari sisi utara hingga selatan ini tampak sangat memukau siapa saja yang datang berkunjung. Jajaran pohon kelapa serta bukit karang yang tampak kokoh menjadikan pantai ini terlihat nyaman.
Beningnya Air Tanjung BiraDi kawasan pantai Sulawesi ini, para wisatawan dapat menghabiskan waktu liburnya dengan berenang, menyelam, snorkeling atau hanya sekedar berjemur menikmati segarnya angin yang berhembus. Pada saat pagi atau menjelang malam, wisatawan juga dapat melihat pesona matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi. Sebatas mata memandang ke laut lepas, wisatawan juga dapat menikmati keindahan Pulau Liukang dan Pulau Kambing.

Lokasi

Terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Akses

Pantai Tanjung Bira berjarak kurang lebih 40 Kilometer dari Bulukumba, atau sekitar 200 Kilometer dari Makassar. Perjalanan dari Makassar ke Bulukumba dapat ditempuh dengan transportasi umum seperti mobil pribadi yang digunakan untuk angkutan umum dengan biaya sekitar Rp. 35.000,-/orang. Setelah sampai di Bulukumba, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Tanjung Bira dengan menggunakan angkutan umum seperti mikrolet (pete-pete) dengan biaya sekitar Rp. 10.000,-/orang. Waktu yang ditempuh dari Makassar sampai ke Tanjung Bira sekitar 4 jam lamanya.
Jika Wisatawan dari Bandara Hasanuddin, dapat menggunakan transportasi umum seperti taksi langsung menuju ke Terminal Malengkeri dengan biaya sekitar Rp. 40.000,-. Sesampainya di terminal, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan bus tujuan Bulukumba atau langsung Tanjung Bira. Di Tanjung Bira, transportasi umum hanya beroperasi sampai sore hari, jadi persiapkan waktu Anda dengan matang.

Harga Tiket

Biaya tiket masuk di kawasan Pantai Tanjung Bira sekitar Rp. 10.000,-

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas serta akomodasi di Tanjung Bira sangatlah lengkap, seperti tempat persewaan perlengkapan menyelam, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk akomodasi penginapan tersedia villa, bungalow, dan hotel dengan tarif yang relatif murah yang didukung dengan rumah makan ataupun restoran.
Indeks istilah umum: tanjung bira, tempat wisata tanjung bira bulukumba, DATA LENGKAP WISATA TANJUNG BIRA, wisata tanjung bira, WISATA KEINDAHAN TANJUNG BIRA.

30 Maret, 2014

KONVERGENSI

AT saat yang sama yang kita saksikan disagregasi , kami juga mengalami konvergensi . IPhone atau Blackberry yang kita bawa dalam saku kita adalah telepon , kamera , perangkat texting, portal e -mail , perencana , bermain musik perangkat , bermain video perangkat , dan koneksi internet kita . Di beberapa bandara , ponsel kita juga bisa berfungsi sebagai boarding pass kami .

Untuk setidaknya satu dekade , pengamat media yang telah mendiskusikan proses media konvergen dari jenis tradisional ( televisi , koran , radio , dll) untuk platform secara online elektronik tunggal . Ini berarti lebih dari menggunakan perangkat yang sama untuk mengakses semua konten media . Salah satu ulama paling terkenal konvergensi media , Henry Jenkins dari University of Southern California , berpendapat bahwa konvergensi media sebenarnya lima proses yang berbeda :

    
Konvergensi teknologi melalui digitalisasi konten media . Foto, video , film , musik , dan kata-kata semua bisa ditangkap dan ditransmisikan dalam bentuk digital .
    
Konvergensi ekonomi melalui perusahaan mencari sinergi . Kurang dari selusin perusahaan mengontrol sebagian besar media hiburan kami .
    
Konvergensi sosial melalui penggunaan konsumen dari berbagai jenis media secara bersamaan . Banyak dari mereka yang membaca kalimat ini sedang mendengarkan musik , dan memiliki perangkat telepon selular / SMS mereka diaktifkan dan dekat.
    
Konvergensi budaya melalui berbagai platform yang memungkinkan konsumen untuk membuat , mash- up , kritik , dan konten media berbagi . Perusahaan Media menyediakan forum ini untuk menghasilkan konten yang biaya perusahaan-perusahaan kecil atau tidak sama sekali .
    
Konvergensi global melalui kemampuan bagi konsumen untuk berinteraksi dengan orang-orang di hampir setiap masyarakat lainnya . Dalam prosesnya , budaya campuran , seperti halnya ide-ide dan keyakinan .

Di bawah ini kita melihat empat pertama dari proses yang mengidentifikasi Jenkins .
KONVERGENSI TEKNOLOGI
Dalam hidup Anda , Amerika Serikat , mungkin dunia , akan menjadi salah satu WiFi besar ( wireless fidelity ) hotspot . Buku elektronik dan surat kabar sudah tersedia melalui perangkat seperti iPhone , Blackberry , dan Kindle . Teknologi perusahaan sedang mengembangkan perangkat yang menyerupai majalah dalam merasa . Perangkat ini adalah ukuran dari sebuah majalah biasa , dengan kemampuan yang fleksibel .
Tetapi perangkat ini lebih dari sekedar sebuah majalah elektronik atau surat kabar . Hal ini juga akan menyediakan akses internet , kemampuan SMS , dan audio dan video streaming .
Rumah digital . Bayangkan bahwa Anda berada di toko dan tidak ingat yang item makanan yang Anda jalankan pendek di rumah . Untungnya , Anda dapat mengaktifkan perangkat komunikasi mobile Anda , yang akan terhubung ke kulkas Anda . Seperti yang telah Anda menempatkan item dalam dan dihapus mereka dari lemari es , Radio Frequency Identification Perangkat ( RFID ) tag pada setiap item telah mencatat penggunaan makanan. Perangkat di tangan Anda memberitahu Anda bahwa Anda membutuhkan lebih banyak jus jeruk . Anda mungkin bahkan tidak perlu bertanya . Menganggap bahwa perangkat mobile Anda diaktifkan saat Anda berkendara dengan toko kelontong . Kulkas pintar Anda mungkin teks Anda untuk mengingatkan Anda tentang hal itu masalah jus jeruk . "Smart" lemari es adalah salah satu jenis peralatan rumah bahwa perusahaan-perusahaan teknologi yang merancang dengan sistem komunikasi yang terintegrasi . Kita mungkin ingin menghemat energi , tetapi memiliki rumah yang nyaman ketika kami tiba di rumah . Kami akan dapat menghidupkan pemanas atau sistem pendingin seperti yang kita bersiap-siap untuk pulang dari manapun kita berada . Jika kita lupa untuk menyesuaikan termostat sebelum kami meninggalkan untuk hari itu , termostat mungkin teks pesan kami kemudian meminta izin untuk membuat penyesuaian itu.
Diskusi rumah digital yang dilengkapi dengan peralatan pintar dimulai beberapa tahun yang lalu . Sejauh ini , tampaknya menjadi ide di depan kurva permintaan konsumen . LG Lemari es , memperkenalkan beberapa tahun yang lalu untuk sekitar $ 8000 , ternyata gagal. Namun, kejadian baru-baru telah melihat kedua industri dan konsumen mencari perangkat " hijau " yang lebih hemat energi . Jika kemampuan untuk berkomunikasi dari jauh dengan tungku seseorang , oven , atau kulkas mulai dilihat sebagai diinginkan oleh peningkatan jumlah konsumen , teknologi ini akan segera tersedia bagi banyak dari kita .
KONVERGENSI EKONOMI
Banyak dari kita sekarang memiliki perusahaan yang sama menyediakan telepon kami , Internet , dan layanan televisi . Meskipun kita mungkin memiliki lebih dari seratus pilihan program televisi di rumah kita , sebagian besar saluran kita telah dikendalikan oleh kurang dari selusin perusahaan . Banyak dari perusahaan-perusahaan ini memiliki berbagai media yang berbeda . Perusahaan berusaha untuk menggunakan berbagai aset mereka dengan cara yang saling melengkapi . Anda pernah mendengar ungkapan , " satu tangan mencuci yang lain . " Dalam bisnis , diskusi adalah tentang meningkatkan aset untuk menciptakan sinergi .
Sebuah sinergi menggunakan dua atau lebih aset bisnis untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan ( uang ) dari setiap aset tunggal dapat menghasilkan individual . Mungkin salah satu contoh yang paling luar biasa dari menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan satu set sinergi adalah pemasaran Viacom dari Howard Stern . Program radio Stern ditayangkan di stasiun Viacom milik Infinity di seluruh Amerika Serikat . Programnya juga direkam dalam video dan ditampilkan pada Sabtu malam di stasiun televisi yang dimiliki oleh atau berafiliasi dengan CBS ( dimiliki oleh Viacom ) . Stern menulis sebuah buku , Private Parts , diterbitkan oleh Simon dan Schuster ( dimiliki oleh Viacom ) . Buku itu dibuat menjadi film Paramount Pictures ( dimiliki oleh Viacom ) . Film ini ditampilkan di bioskop Taman Nasional ( dimiliki oleh Viacom ) . Klip dari film yang ditampilkan di MTV ( dimiliki oleh Viacom ) dan Stern bernada buku dan film pada program radionya . Saat film ini dirilis pada home video , itu tersedia untuk sewa atau pembelian di Blockbuster ( Anda dapat menebaknya dimiliki oleh Viacom ) . Viacom sejak spin-off beberapa haan com ini dan Stern telah pindah ke Sirius Radio . Namun pada saat Stern tidak sopan diklaim sebagai " The King of All Media , " ia mungkin telah benar. Leveraging Viacom dari Stern untuk menghasilkan sinergi hanya satu contoh bagaimana perusahaan media terbesar di dunia menggunakan kepemilikan perusahaan mereka untuk saling membantu .
Industri non -media . Media konvergensi mempengaruhi banyak industri non -media . Kami akan menggunakan perjalanan dan industri pariwisata sebagai contoh . Bayangkan bahwa Anda akan melakukan perjalanan ke Amerika Selatan . Tidak yakin kapan harus pergi? Anda dapat memeriksa peristiwa cuaca tujuan ' dan online. Anda kemudian dapat mengunjungi sejumlah situs perjalanan untuk menemukan harga tiket pesawat terbaik dan tarif hotel . Jika harga maskapai penerbangan yang mirip , berbagai kursi website rate, layanan kabin , dan makanan maskapai penerbangan . Setelah Anda memutuskan sebuah maskapai penerbangan , Anda dapat memilih tempat duduk Anda secara online dan memesan makanan khusus, seperti halal atau vegetarian . Demikian juga , Anda dapat memilih jenis tempat tidur yang Anda inginkan di hotel dan menentukan merokok atau tidak merokok . Situs lain memberikan ulasan restoran , belanja tips , dan informasi tentang berbagai atraksi .
Ketika Anda mempersiapkan diri untuk perjalanan Anda , Anda dapat mengunjungi website maskapai untuk melihat apakah Anda akan memiliki port daya untuk laptop atau perangkat media portabel . Anda juga dapat memeriksa situs web maskapai yang film akan bermain pada penerbangan Anda , beberapa website penerbangan menawarkan link ke review film . Film buruk atau yang Anda telah melihat ? Maka sudah saatnya untuk memuat perangkat portable media Anda dengan musik , video , e - teks , dan aplikasi permainan untuk membuat Anda sibuk pada penerbangan panjang Anda . Namun, Anda mungkin tidak perlu , karena banyak penerbangan kini menawarkan perangkat hiburan pribadi dengan pilihan film dan program televisi , beberapa saluran musik , dan berbagai permainan untuk membuat Anda sibuk . Airlines yang sangat kompetitif , dan tahu bahwa penumpang sering memilih penerbangan berdasarkan jenis fasilitas yang tersedia . Ketika Anda meninggalkan bandara , Anda dapat menggunakan perangkat data pribadi Anda untuk memeriksa apakah penerbangan Anda tepat waktu , dan apakah ada penundaan diantisipasi di salah satu bandara di mana Anda akan bepergian .
Perjalanan dan industri pariwisata memberikan hanya satu contoh bagaimana konvergensi media mempengaruhi industri . Konvergensi akan terus membawa perubahan pada banyak industri lain juga . Namun konvergensi tidak eksklusif untuk bisnis , seperti yang kita lihat selanjutnya .
KONVERGENSI SOSIAL
Kematian Michael Jackson pada bulan Juni 2009 menunjukkan kekuatan sosial konvergensi media . Bagi banyak orang Amerika , berita kematian Jackson berasal dari televisi atau radio pengumuman . Mereka yang ingin informasi lebih lanjut berselancar online untuk newsfeeds dari stopkontak Los Angeles berita, outlet musik , dan situs penggemar Jackson . Upeti peringatan Jackson pada tanggal 7 Juli 2009 disiarkan langsung di televisi dan disiarkan secara langsung di internet . Sebelum upeti , sebagian dari mereka yang mampu memperoleh tiket menjualnya di eBay dan Craigslist . Stasiun televisi dan website meminta para penggemarnya untuk teks atau e-mail pikiran mereka tentang Jackson dan karirnya . Stasiun-stasiun ini sama televisi dan situs web yang ditawarkan untuk mengirim pembaruan melalui pesan teks , e -mail , atau Twitter untuk fans tertarik.
Penggemar Jackson menciptakan website upeti yang menerima lalu lintas yang padat . Fans melihat video dari pertunjukan Jackson , cerita tentang kematiannya , komentar fans , dan video terkait di YouTube . Penjualan musik Jackson membubung tinggi. Billboard.com melaporkan bahwa Jackson menduduki semua 10 tempat di Katalog Album kategori top 10 , pertama kalinya seorang seniman tunggal telah melakukannya . Lebih dari 5,6 juta track musik digital yang dijual dalam dua minggu setelah kematian Jackson dan jutaan lagu tambahan yang didownload secara ilegal . Hampir 100.000 video musik yang dijual selama periode dua minggu yang sama , seperti lebih dari 300.000 ringtones .
Reaksi terhadap kematian Jackson menunjukkan bagaimana media telah berubah dari model lama , dengan sejumlah perusahaan media membuat konten dan mengarahkan materi mereka di penonton pasif , untuk model baru yang sangat interaktif dan partisipatif , yang memungkinkan beberapa pencipta konten untuk berbagi materi mereka . Fans mampu memberikan umpan balik kepada perusahaan media melalui pesan teks , tweet ( pesan Twitter ) , dan e - mail , dan juga dapat terhubung satu sama lain secara langsung , tanpa perusahaan-perusahaan media yang berfungsi sebagai perantara . Di sini , penggemar menciptakan komunitas semangat mereka sendiri , menghubungkan dengan penggemar lainnya di seluruh dunia .
Pada bulan yang sama bahwa Michael Jackson meninggal, pemilihan presiden diadakan di Iran . Menurut sebagian besar pengamat , mereka yang bekerja untuk presiden Mahmoud Ahmadinejad kecurangan pemilu . Ribuan orang Iran protes di jalan-jalan selama berminggu-minggu sesudahnya . Pemerintah Iran berusaha untuk mencegah berita tentang protes pemilu dan reaksi kekerasan militer kepada mereka protes dari ditampilkan ke Iran dan asing . Pemerintah Iran menemukan relatif mudah untuk memblokir informasi tentang protes didistribusikan oleh wartawan terakreditasi yang mewakili perusahaan-perusahaan media tradisional . Namun, pemerintah Iran nyaris tidak berdaya terhadap warga rata-rata . Terlalu banyak orang Iran memegang kemampuan untuk meng-upload foto, video , dan tulisan dan komentar-komentar lisan di tangan mereka sendiri .
Mereka setelah kematian Michael Jackson dan pemilu di Iran tidak menggunakan " kotak hitam tunggal , " seperti Henry Jenkins akan menunjukkan . Sebaliknya , mereka menggunakan berbagai platform mengalami peristiwa ini bersama-sama , seperti beberapa perangkat yang ditunjukkan pada Gambar 10.2 . Sekali lagi , meskipun media utama berpartisipasi dalam konvergensi ini , mereka hanya beberapa di antara jutaan peserta . Ini subordinasi relatif dari media besar merupakan pergeseran paradigma yang signifikan , sebagai media sekarang harus berbagi informasi dengan kami , daripada informasi langsung pada kami .
KONVERGENSI BUDAYA
Bagi banyak outlet berita , kebutuhan untuk menyediakan konten up - to-date 24 jam sehari , tujuh hari seminggu membuat semakin mungkin bahwa outlet tersebut bersedia untuk bergantung pada pemirsa mereka untuk menyediakan beberapa konten itu. Kemungkinannya adalah bahwa stasiun televisi lokal Anda menawarkan pemirsa kesempatan untuk meng-upload foto dan video ke situs-situs stasiun televisi ' . Hal ini crowdsourcing - kita menciptakan konten media .
Kru berita Media tidak bisa berada di mana berita yang terjadi . Banyak dari kita memiliki kemampuan untuk merekam peristiwa yang terjadi dengan perangkat media pribadi kita . Outlet berita Media merasa sulit untuk menyeimbangkan ketepatan waktu dengan ketepatan : gambar kecelakaan mobil berdarah atau pembunuhan adegan mungkin akurat , tapi menampilkan gambar yang mungkin berada di luar batas-batas jurnalisme yang bertanggung jawab . Salah satu manfaat dari " citizen journalism " yang memungkinkan kita untuk menyaksikan peristiwa yang mungkin seharusnya dapat ditekan oleh media tradisional . Banyak contoh memalukan atau ilegal perilaku oleh pejabat publik dan elit telah ditangkap oleh orang yang lewat . Gambar-gambar ini , ketika dikomunikasikan kepada orang lain , sering pergi virus , dengan peningkatan jumlah orang yang forwarding cepat gambar-gambar kepada orang lain , dan pihak yang terlibat tidak dapat menekan atau mengubah pengetahuan kita tentang peristiwa-peristiwa.
Suatu peristiwa tidak harus skandal untuk pergi virus . Sama seperti kita melihat efek ekor panjang mengubah format media tradisional , itu berubah konten juga. Kami terus-menerus mencari " berita " dan " mengembangkan cerita , " yang datang dan pergi dengan cepat. Saat ini, ada berita lebih yang dihasilkan oleh sumber berita lebih dari sebelumnya , tetapi masing-masing berita individu cenderung untuk menarik perhatian kami untuk jangka waktu yang lebih singkat . Isu lain mengemudi tren citizen journalism adalah upaya berita outlet ' untuk merangkul interaktivitas bahwa konsumen semakin mengharapkan . Dengan demikian , media berita tradisional seperti televisi dan surat kabar menyediakan berbagai metode untuk anggota masyarakat untuk memberikan umpan balik . Kami semakin sering bertanya, " Bagaimana menurutmu ? " Dan apa yang kita pikirkan dilaporkan sebagai berita .
Demokratisasi keahlian . Hal ini aman untuk menebak bahwa banyak orang yang membaca ini telah mengandalkan Wikipedia lebih dari sekali . Kontributor yang tunduk kepada Wikipedia tidak perlu memiliki gelar sarjana lanjutan . Bagi sebagian besar mata pelajaran , siapa saja yang peduli untuk dapat mengajukan , lebih dari 85.000 orang telah melakukannya . Jika ada pertanyaan tentang keaslian atau akurasi dari informasi yang diposting , kerumunan pengguna Wikipedia memutuskan . Seperti khas crowdsourcing , komunitas pengetahuan ini menciptakan konten dan mengevaluasi konten yang diposting oleh orang lain . Informasi standar atau sengketa tunduk pada penghapusan .
Karena pengetahuan crowdsourced , banyak dari orang-orang yang setelah kami dianggap ahli ( dan yang dimengerti menikmati status itu ) menemukan pengaruh mereka berkurang . Kita bisa membaca ulasan restoran yang ditulis oleh kritikus makanan dengan selera terlatih dalam majalah dan surat kabar , atau kita dapat pergi online dan melihat apa yang pengunjung biasa lainnya seperti kita harus mengatakan . Tentu saja, pemilik restoran ' mungkin deviously ditempatkan beberapa orang ulasan online, tapi apa yang lebih penting adalah bahwa tinjauan lain baru saja sebanyak otoritas sebagai orang-orang " ditempatkan " Ulasan miliki. Demikian pula , sementara kita pernah mengandalkan review film di koran dan majalah yang ditulis oleh kritikus film yang menghadiri sekolah film dan memiliki gelar sarjana dalam jurnalisme , hari ini kita dapat berubah bukan untuk apa yang penonton bioskop lain seperti diri kita sendiri harus mengatakan .
Ini ketergantungan pada pendapat dari mereka yang kita lihat sebagai lebih seperti diri kita sendiri dari para ahli seharusnya mengarah ke cascades informasi . Kami melengkapi informasi yang sudah kita miliki dengan apa yang dikatakan orang lain . Paling-paling mereka , cascades informasi merupakan kebijaksanaan kolektif , dengan sudut pandang yang berbeda dari banyak individu membantu kami memilih dengan bijak . Pada terburuk mereka , cascades informasi dapat menghasilkan mentalitas kawanan yang kita lakukan atau pikirkan hal-hal yang terutama karena orang lain . ***

17 Maret, 2014

PENILAIAN FILM 3 DAYS TO KILL



FILM 3 DAYS TO KILL
“3Days tο KіƖƖ″, adalah film tеntаnɡ pensiunan Secret Service Agent. Film yg dibintangi oleh Kevin Costner yang tempat pembuatan filmnya  di negara  prancis
Film ini menceritakan tentang Secret Service Agent Ethan Runner menemukan kevin costner  sekarat dаn memutuskan υntυk pensiun  dаƖаm rangka υntυk berhubungan kеmbаƖі dеnɡаn keluarga nya уаnɡ terasing. Tapi kеtіkа Secret Service menawarkan kevin costner  akses  obat percobaan уаnɡ bіѕа menyelamatkan hidupnya yang tinggal  sedikit  dаƖаm pertukaran υntυk satu tugas terakhir, dіа ѕеɡеrа menemukan dirinya mencoba υntυk menyulap keluarganya, misinya, dаn  setiap  kali obat tersebut di suntikkan kevin costner sering berhalusinasi dаrі efek samping obat tеrѕеbυt.
Kevin costner yang menjadi mata-mata internasional berbahaya, ia bertekad menyerahkan hidupnya untuk istri dan putrinya, tetap merahasiakan siapa dia sebenarnya agar keluarganya terhindar dari bahaya yang akan melanda keluarganya
Namun ada misinya  yang paling sulit ia lakukan yaitu memburu teroris  paling kejam di dunia   tetapi  ia harus menyelesaikan misi tersebut demi  mempertahankan sisa sisa hidupnya. Kejadian  ini terjadi di negara eksotis Prancis
Masalah utama dalam film '3 Days To Kill'
Bagi para pecinta film, '3 Days To Kill' tetap lumayan enak untuk ditonton. Kalau Anda tidak keberatan dengan film action yang tak begitu pamer ,apalagi ditambah aksi Kevin Costner yang tak pernah mengecewakan para penikmat filmnya '3 Days To Kill' bolehlah di nonton. Tapi, kalau memang Anda penggemar film pemompa jantung level tertinggi.
Dalam film 3 days to kill film ini merupakan film action yang menggunakan teknologi yang canggih dalam aksi perkelahian kevin costner terhadap lawannya.
Film 3 days to kill juga menceritakan tentang komedian  yang kocak, namun tidak mengurangi aksi yang  menegangkan pada film yang di bintangi oleh kevin costner 
Film 3 Days To Kill' adalah premis film itu sendiri. Di trailer-nya, film ini dijual sebagai film yang action-packed dengan nuansa ala film 'Taken' yang dibintangi oleh Liam Neeson (yang juga merupakan aktor senior yang semakin tua semakin aktif main film action). Judulnya pun mengindikasikan bahwa film ini adalah film pemacu adrenalin paten. Namun, kenyataannya film ini jauh dari itu semua.
Dan film 3 days to kill juga menceritakan tentang drama keluarga kevin costner.


23 Februari, 2014

Surat Kabar Nasional Pertama: "Medan Prijaji"

Surat Kabar Nasional Pertama: "Medan Prijaji"

medan-prijaji
Memperingati hari Pahlawan 10 November lalu (2006), Presiden menganugerahkan 8 Pahlawan Nasional kepada 9 tokoh sejarah dari berbagai daerah. Salah satu gerakan perjuangan kemerdekaan adalah penerbitan koran pribumi di awal abad ke-20. R.M. Tirto Adhi Soerjo (TAS) diangkat menjadi Pahlawan Nasional karena aktivitasnya sebagai pelopor pers nasional pribumi pertama di tahun 1907, di Bandung. Anugerah ini diusulkan oleh warga Jawa Barat.
R.M. Tirto Adhi Soerjo melakukan perjuangan melalui surat kabar yang dipimpinnya, Soenda Berita, pers pertama yang terbit di Cianjur. Beliau adalah pioner pers pribumi. Melalui surat kabar Medan Prijaji, pemikiran beliau menjadi cikal bakal nasionalisme dengan memperkenalkan istilah Anak Hindia. Beliau juga menyadarkan masyarakat Indonesia tentang hakekat penjajahan yang sangat merugikan bangsa dan berusaha melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan yang dilakukan pemerintah kolonial. Mengingat jasanya beliau dinyatakan sebagai Perintis Pers Indonesia tahun 1973 oleh Dewan Pers RI. Atas jasa-jasanya itu pula, pemerintah RI menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra Adipradana.TAHUN 2006 Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PPKK) Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran (Lemlit Unpad) mempelajari tiga calon pahlawan nasional dari Jawa Barat yaitu R. Soepriadinata, R.M. Tirto Adhi Soerjo, dan K.H. Noer Ali. TAS pelopor pers nasional. Dia mendirikan surat kabar Medan Priyayi pada 1 Januari 1907. Melalui surat kabar tersebut, dia berkiprah di Jabar hingga akhir hayatnya. Bahkan makamnya pun berada di Bogor.
“TAS pelopor pers nasional. Dia mendirikan surat kabar Medan Priyayi pada 1 Januari 1907. Melalui surat kabar tersebut, dia berkiprah di Jabar hingga akhir hayatnya. Bahkan makamnya pun berada di Bogor.” [Nina H. Lubis]
Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo lahir di Blora tahun 1880. TAS yang tak menyelesaikan sekolahnya di STOVIA Batavia pindah ke Bandung dan menikah. Di Bandung TAS menerbitkan surat kabar Soenda Berita (1903-1905) dan Medan Prijaji (1907) dan Putri Hindia (1908). Sebelum menerbitkan “Medan Prijaji”, Januari 1904 TAS mendirikan dulu badan hukum N.V. Javaansche Boekhandel en Drukkerij en handel in schrijfbehoeften Medan Prijaji. Medan Prijaji beralamat di jalan Naripan Bandung yaitu di Gedung Kebudayaan (sekarang Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan-YPK). Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama karena menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan seluruh pekerja mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli. Selain di bidang pers, TAS juga aktif dalam pergerakan nasional, ia mendirikan Sarikat Dagang Islam di Jakarta yang kelak berubah menjadi Sarekat Islam bersama H.O.S. Tjokroaminoto.
Tirto-Adhie-Soerjo
Alm. R.M. Tirto Adhi Soerjo (1875–1918)
Pada tahun 1909, TAS membongkar skandal yang dilakukan Aspiran Kontrolir Purworejo, A. Simon. Delik pers pun terjadi, TAS dituduh menghina pejabat Belanda, terkena Drukpersreglement 1856 (ditambah Undang-undang pers tahun 1906). Meskipun TAS memiliki forum privilegiatum (sebagai ningrat, keturunan Bupati Bojonegoro) ia dibuang ke Teluk Betung, Lampung, selama dua bulan. Pada pertengahan kedua tahun 1910, Medan Prijaji diubah menjadi harian ditambah edisi Mingguan, dan dicetak di percetakan Nix yang beralamat di Jalan Naripan No 1 Bandung. Inilah harian pertama yang benar-benar milik pribumi. Masa kejayaan Medan Prijaji antara 1909-1911 dengan tiras sebanyak 2000 eksemplar.
Pemberitaan-pemberitaan harian Medan Prijaji sering dianggap menyinggung pemerintahan Kolonial Hindia Belanda saat itu. Di tahun 1912 Medan Prijaji terkena delik pers yang dianggap menghina Residen Ravenswaai dan Residen Boissevain yang dituduh menghalangi putera R. Adipati Djodjodiningrat (suami R.A. Kartini) menggantikan ayahnya. TAS pun dijatuhi pembuangan ke pulau Bacan, wilayah Halmahera selama 6 bulan, namun baru diberangkatkan setahun kemudian karena masalah perekonomian penerbitan Medan Prijaji dengan para krediturnya.
Sekembali dari Ambon, TAS tinggal di Hotel Medan Prijaji (ketika ia sedang di Ambon namanya diubah menjadi Hotel Samirono oleh Goenawan). Antara tahun 1914-1918, TAS sakit-sakitan dan akhirnya meninggal pada tanggal 7 Desember 1918. Mula-mula ia dimakamkan di Mangga Dua Jakarta kemudian dipindahkan ke Bogor pada tahun 1973. Di nisannya tertulis, Perintis Kemerdekaan; Perintis Pers Indonesia, Layaklah ia disebut sebagai Bapak Pers Nasional.
Kisah perjuangan TAS diabadikan oleh Pramoedya Ananta Toer (PAT) selepas keluarnya dari pembuangan pulau Buru awal tahun 1980-an. Ditulis dengan nama Minke dalam buku Tetralogi Buru, empat buku tebal yang berjudul Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Selain Tetralogi PAT pun menulis kekagumannya atas TAS dalam buku Sang Pemula. Entah alasan pemerintah saat itu apa sehingga karya Tetralogi PAT dilarang terbit dan beredar. Sejak reformasi bergulir buku-buku PAT banyak dicetak ulang, bahkan hendak diangkat ke film layar lebar.
Karya PAT tentang Minke sebagai Tirto Adhi Surjo ini sudah banyak diterjemahkan di luar negeri, hingga 33 bahasa, diakui internasional di berbagai negara sebagai sebuah karya sejarah yang apik. Selain berlatar belakang sejarah yang tentunya lebih menarik sebagai referensi pelajaran sejarah di sekolah, PAT menggambarkan manusia Indonesia dengan keadaan feodal dan sistem kolonialnya. Tak hanya kronologi era Kebangkitan Nasional Indonesia dipaparkan lebih membumi dengan bahasa yang sederhana, PAT juga menggambarkan kisah cinta seorang manusia yang sederhana, tidak muluk-muluk, saat Minke bertemu dengan Annelies, sang Bunga Akhir Abad. Kabarnya Garin Nugroho akan menyutradai dan tokoh Annelies Melemma akan diperankan oleh Mariana Renata.

MEDAN PRIJAJI" DAN PROFIL PERS INDONESIA

Pendahuluan
Tulisan ini merupakan pengantar singkat untuk melukiskan profil, gambaran dan permasalahan kecendekiawanan yang dihadapi insan pers "Indonesia" (baca: pribumi), terutama pada periode 1900-an. Yang dimaksud dengan insan pers di sini adalah mereka yang paling terlibat dalam kegiatan intelektual: para jurnalis atau wartawan. Pers sebenarnya identik dengan media massa, yang punya arti lebih luas. Seperti: mencakup radio, terlevisi, bahkan kaset video, selebaran dan pamflet. Namun pers biasanya lebih diasosiasikan dengan media cetak.

Mengapa bidang pers yang dipilih, ada beberapa alasan. Pertama, secara historis, pers mempunyai peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan sayangnya peran ini sangat jarang dibahas. Apalagi untuk pers periode tahun 1900-an. Hasrat rakyat bagi kemerdekaan dan perjuangan yang sadar dari kepemimpinan revolusioner memerlukan koordinasi, jika tujuan bersama untuk kemerdekaan hendak dicapai. Pers berperan dalam memberikan koordinasi ini (Kratz: 1986).

Tokoh-tokoh pejuang seperti Haji Agus Salim, Sam Ratulangi, Danudirdja Setyabuddhi (Douwes Dekker), Ki Hajar Dewantara, dan Tjipto Mangunkusumo, adalah tokoh-tokoh garis depan dalam pengembangan pers nasional, yakni pers yang akan berperan penting dalam perjuangan fisik di tahun 1940-an. Bahkan Bung Karno pernah memimpin Fikiran Rakjat di Bandung, Bung Hatta bersama Sutan Sjahrir memimpin Daulat Rakjat, Haji Oemar Said Tjokroaminoto memimpin Oetoesan Hindia, dan Dokter Soetomo mengusahakan Soeara Oemoem, yang dipimpin Tjindarbumi dibantu Sudarjo Tjokrosisworo.

Kedua, para tokoh pers pada waktu itu mungkin bisa mewakili pengertian kita tentang "cendekiawan Dunia Ketiga" yang diproyeksikan dari model cendekiawan bebas (Mannheim). Mereka adalah kelompok terpelajar, sering berpendidikan tinggi, mengemban tanggung jawab kemasyarakatan, serta bisa bersikap radikal dan bebas dalam memandang kondisi masyarakat dan negara tempat mereka hidup, yang terlihat jelas dalam perjuangan mereka menentang penguasa kolonial.

Jadi mereka memenuhi kriteria inteligensia (yang secara sederhana diterjemahkan sebagai golongan terpelajar), sekaligus intelektual (karena keterlibatan dan keprihatinannya dalam pemecahan masalah kemasyarakatan. Dalam kasus mereka, sebenarnya tidaklah relevan lagi jika kita membuat jarak antara kaum inteligensia dan intelektual.

Ketiga, pers -- dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun sulitnya -- tetap hadir, dan tampaknya akan terus hadir serta berperanan (meski mungkin dalam bentuk-bentuk peran yang berbeda) dalam periode sejarah Indonesia mendatang. Meski dengan proses jatuh bangun, terbukti pers ini terus hidup melalui zaman Hindia Belanda, pendudukan Jepang, era Orde Lama dan Orde Baru. Pertumbuhan pers Indonesia saat ini -- baik dari segi penyebaran sirkulasi, jumlah suratkabar/majalah, serta kualitas isinya -- sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi negeri ini, menggarisbawahi perlunya pembahasan profil dan masalah kecendekiawanan para insan pers Indonesia.

Kasus "Medan Prijaji"

Pers Indonesia saat ini merupakan salah satu domain kehidupan masyarakat yang terlingkup dalam pertautan antara sisi modernitas, tradisi (keindonesiaan) dan agama. Untuk praktisnya dan agar kita tidak berpanjang-panjang bicara soal definisi, penulis menggunakan definisi yang digunakan panitia simposium. Yakni, yang dimaksud dengan tradisi di sini adalah segala macam praktek, pemikiran dan kelembagaan yang dipahami secara kolektif dan diwariskan dari masa lalu, serta dianggap minimal sudah menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Indonesia atau bersifat indigenous. Agama dirumuskan sebagai nilai-nilai universal yang bersifat trans-rasial, trans-strata, dan trans-historis; berorientasi perenial; serta mengilhami setiap gagasan dan pemikiran etis dan ideologis. Sedangkan modernitas mencakup nilai-nilai budaya modern dengan kerangka epistemologis kebudayaan "Barat."

Pers yang pertama kali diterbitkan oleh seorang pribumi di era Hindia Belanda adalah Medan Prijaji, yang sebelum menjadi harian telah terbit sebagai mingguan selama tiga tahun, sejak 1907. Penerbitnya adalah Raden Mas Tirtohadisoerjo, bekas murid Stovia yang bisa disebut sebagai "pelopor wartawan Indonesia." Sebelum menerbitkan Medan Prijaji, ia telah berpengalaman sebagai wartawan suratkabar harian Bintang Betawi, yang dipimpin J. Kieffer dari Firma Van Dorp & Co. Tirtohadisoerjo adalah seorang priyayi dan saudara Bupati Purwodadi, sedangkan orangtuanya sendiri adalah seorang kolektur (juru pengumpul uang pada zaman Belanda atau Manteri Pajak) di Ponorogo. Ayah Tirtohadisoerjo bernama Raden Mas Tumenggung Tirtonoto.

Walau suratkabar yang diasuh Tirtohadisoerjo itu bernama Medan Prijaji, suratkabar yang terbit di Bandung itu tidak dimaksudkan hanya untuk kaum priyayi. Moto majalah ini semula berbunyi: Swara bagi sekalijan Radja2, Bangsawan Asali dan fikiran saudagar-saudagar Anaknegeri, lid-lid Gemeente dan Gewestelijke Raden dan saudagar bangsa yang terprentah lainnya. Sesudah makin maju, majalah ini menjadi harian, dan motonya semakin tegas dan jelas, yakni: Orgaan boeat bangsa jang terprentah di H.O. Tempat akan memboeka swaranja Anak-Hindia. (H.O. adalah singkatan dari Hindia Olanda). Pada saat itu, moto ini sudah dianggap sangat radikal. Bandingkanlah dengan moto Sinar Soematra di Padang, yang berbunyi: Kekallah kerajaan Wolanda, sampai mati setia kepada kerajaan Wollanda (!). Kalimat semacam ini juga bisa dilihat pada Warta Hindia di Padang, yang baru dihapuskan setelah pergerakan rakyat sejak tahun 1921 di Padang.

Yang juga menarik adalah, menurut buku Sejarah Pers Sebangsa, disebut nama-nama para pengelola Medan Prijaji. Sebagai pemimpin redaksi (hoofdredacteur) adalah Tirtohadisoerjo sendiri, dengan redaktur A.W. Madhie, Raden Tjokromidjojo, Raden Soebroto (ketiganya dari Bandung), R.M. Prodjodisoerjo dan R. Kartadjoemena di Bogor, dan P.t (Paduka tuan) J.J. Meyer, pensiunan Asisten Residen di 's Gravenhage, sebagai redaktur di Nederland. Juga disebut adanya beberapa journalist bangsa Tiong Hoa dan Anak negerie jang pandai2 jang sudah kita pilih mentjoekoepi pada kewadjibannja, a.m (antara mana) Begelener, Hadji Moekti dan lain-lain.

Di sini terlihat, Tirtohadisoerjo melibatkan dalam susunan redaksinya berbagai unsur masyarakat yang ada waktu itu: Belanda, Cina dan pribumi. Ini suatu langkah yang luar biasa pada saat itu, jika mengingat Medan Prijaji di bawah Tirtohadisoerjo sering bersikap kritis terhadap praktek dagang pengusaha Belanda dan Cina yang merugikan atau mendesak posisi pedagang pribumi. Dalam satu segi, ini juga indikasi dari benih-benih nasionalisme Indonesia.
Jelaslah bahwa Medan Prijaji bukan saja merupakan suratkabar nasional yang dipimpin oleh tenaga-tenaga nasional sendiri, tetapi juga sekaligus dimodali oleh modal nasional. Meskipun di antara para redaktur dan pembantunya juga dicantumkan nama J.J. Meyer.

Tokoh Tirtohadisoerjo ternyata mendapat tempat yang banyak pula dalam laporan-laporan pejabat-pejabat Hindia Belanda, terutama laporan Dr. Rinkes. Ini disebabkan karena kemudian Tirtohadisoerjo memegang peranan pula dalam pembentukan Sarekat Dagang Islam di Surakarta bersama Haji Samanhudi, yang merupakan asal mula Sarikat Islam yang kemudian berkembang ke seluruh Indonesia. Anggaran Dasar Sarikat Islam yang pertama mendapat persetujuan Tirtohadisoerjo sebagai ketua Sarikat Islam di Bogor dan sebagai redaktur suratkabar Medan Prijaji di Bandung.

Tidak dipertentangkan

Pergerakan politik anak negeri jajahan biasanya disebut gerakan nasional. Dalam hubungan itu, maka baik lahirnya Medan Prijaji maupun suratkabar-suratkabar nasional lainnya, pada kenyataannya tidak jauh berbeda dengan gerakan kebangsaan Indonesia. Pers nasional dan gerakan kebangsaan Indonesia merupakan dwitunggal dalam arti yang luas. Antara gerakan kebangsaan dan persnya terjalin hubungan kerjasama yang erat. Pers nasional adalah cermin nyata kehidupan gerakan kebangsaan, dan sekaligus juga menjadi wahana penyebar gagasan-gagasan nasionalisme.

Kalau nilai tradisi (keindonesiaan) dalam arti yang lebih utuh kita anggap ada sejak tercetusnya "Sumpah Pemuda" dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, benih-benihnya secara parsial sebenarnya sudah tertanam lama sebelumnya. Jelas sekali bahwa Tirtohadisoerjo telah menunjukkan warna tradisi itu. Namun "tradisi" yang dimaksud di sini bukanlah sesuatu yang dipertentangkan dengan modernitas.

Namun dalam perlawanannya dan kecamannya yang tajam terhadap praktek-praktek kolonial Hindia Belanda, "tradisi" Tirtohadisoerjo ini sebenarnya juga adalah salah satu wujud modernitas, yakni keyakinan bangsa (perubahan) nasib itu ditentukan oleh diri sendiri, bukan oleh pihak luar. Dengan demikian, penerbitan pers menjadi perwujudan kehendak suatu individu/bangsa yang sadar untuk menentukan nasibnya sendiri dan berpendapat bahwa suaranya berharga untuk didengar.

Medan Prijaji lahir pada periode ketiga, menurut pendekatan bibliografi yang dilakukan Hoogerwerf (1990). Periode pertama (1800-1856) didahului oleh masa keterbatasan di masa VOC (Kompeni Perdagangan Hindia Timur). Pers di Hindia Belanda menjadi percaturan dan perdebatan politik di DPR Belanda, antarwakil berbagai golongan politik. Periode kedua (1856-1900), diwarnai latar belakang kehidupan politik Belanda dan munculnya pers Hindia Belanda yang didominasi kaum liberal, yang berhasil menghapus sistem Tanam Paksa dan UU Agraria 1870. Muncul pemikiran Politik Etika yang bertujuan memperbaiki martabat dan derajat penduduk bumiputra.

Medan Prijaji lahir pada periode ketiga (1900-1942), ketika pengaruh Politik Etika menumbuhkan pandangan-pandangan baru dan pemikiran baru mengenai perimbangan-perimbangan kolonial. Muncul kesadaran politik baru bahwa hubungan terjajah dan penjajah tidaklah abadi, dan pada suatu ketika masyarakat Indonesia akan sanggup berdiri sendiri. Elite Indonesia yang baru tumpuh pun memperhatikan pandangan baru itu.

Perkembangan pers daerah dan bahasa Melayu terdapat dalam uraian awal tentang pers di Indonesia pada tahun 1909, oleh E.F.E. Douwes Dekker (di kemudian hari lebih dikenal sebagai Dr. Danudirdja Setyabuddhi), yang waktu itu menjadi redaktur pembantu suratkabar Bataviaasch Niewsblad di Jakarta. Ia telah menilai kedudukan pers berbahasa Melayu lebih penting daripada pers Belanda, karena pers berbahasa Melayu langsung dapat menarik pembaca-pembaca bumiputra.

Saat itu juga ada suratkabar-suratkabar peranakan Tionghoa dalam bahasa Melayu (kemudian, bahasa Indonesia), yang lahir dengan bangkitnya nasionalisme Tionghoa di Hindia Belanda. Pers peranakan itu memenuhi fungsi untuk berkomunikasi di antara kaum peranakan Tionghoa khususnya dan masyarakat Indonesia yang berbahasa Indonesia umumnya. Walaupun dalam tahap permulaan pers peranakan didominasi oleh aliran yang berorientasi ke Tiongkok, tetapi lama-kelamaan orientasi ke Hindia Belanda dan orientasi ke Indonesia juga mendapat angin. Tetapi harus diakui, orientasi ke Indonesia sebelum Perang Dunia II masih lemah dan kebanyakan suratkabar peranakan Tionghoa masih berorientasi ke Tiongkok atau Hindia Belanda. Ini bisa dijelaskan karena saat itu Indonesia masih di bawah kekuasaan Belanda dan suasana perkauman saat itu masih amat tebal.

Namun keadaan pers Indonesia bila dibandingkan dengan pers Belanda dan pers Cina (Tionghoa-Melayu) kebanyakan jauh di bawah ukuran. Hal itu dapat dimengerti, karena sebagian besar rakyat yang merasa memerlukan membaca koran (Indonesia), tidak begitu banyak uangnya. Padahal harga langganannya sudah begitu rendah, sedangkan iklan-iklannya pun hanya merupakan sumber penghasilan yang kecil, dan peralatannya sangatlah sederhana.
Hanya lima tahun Medan Prijaji dapat terbit dan dalam masa jayanya antara 1910-1912 dapat mencapai oplah hingga 2.000, suatu jumlah yang untuk suratkabar Belanda sendiri saat itu sudah termasuk besar. Kecuali Medan Prijaji, ia juga menerbitkan Soeloeh Keadilan. Karena karangan-karangannya yang tajam terhadap penguasa, Tirtohadisoerjo pernah dibuang ke Lampung. Tetapi dari tempat pembuangan itu pun ia masih terus menulis karangan-karangan yang bercorak membela rakyat kecil, serta melawan praktek yang buruk dari pemerintah setempat.

Ketika menulis buku kenang-kenangannya pada tahun 1952, Ki Hajar Dewantara mencatat tentang diri Tirtohadisoerjo sebagai berikut: "Kira-kira pada tahun berdirinya Boedi Oetomo ada seorang wartawan modern, yang menarik perhatian karena lancarnya dan tajamnya pena yang ia pegang. Yaitu almarhum R.M. Djokomono, kemudian bernama Tirtohadisoerjo, bekas murid Stovia yang waktu itu bekerja sebagai redaktur harian Bintang Betawi (yang kemudian bernama Berita Betawi) lalu memimpin Medan Prijaji dan Soeloeh Pengadilan. Beliau boleh disebut pelopor dalam lapangan journalistik."

Sudarjo Tjokrosisworo dalam bukunya Sekilas Perjuangan Suratkabar (terbit November 1958) menggambarkan Tirtohadisoerjo sebagai seorang pemberani. "Dialah wartawan Indonesia yang pertama-tama menggunakan suratkabar sebagai pembentuk pendapat umum, dengan berani menulis kecaman-kecaman pedas terhadap pihak kekuasaan dan menentang paham-paham kolot. Kecaman hebat yang pernah ia lontarkan terhadap tindakan-tindakan seorang kontrolir, menyebabkan Tirtohadisoerjo disingkirkan dari Jawa, dibuang ke Pulau Bacan," tulis Tjokrosisworo.

Tirtohadisoerjo jelas mewujudkan dalam dirinya sisi intelektual. Karena menjadi seorang wartawan, penerbit suratkabar, pada waktu itu otomatis menghadapkannya pada realitas kekuasaan kolonial, serta keterlibatan dalam masalah kemasyarakatan. Tirtohadisoerjo, misalnya, harus berhadapan dengan produk hukum kolonial yang menekan pers. Pada tahun Tirtohadisoerjo meninggal (17 Agustus 1918), diberlakukan ketentuan-ketentuan untuk menindak wartawan, yakni bersamaan dengan berlakunya Wetboek van Strafrecht van Nederlands-Indie (kitab Hukum Pidana).

Ketentuan yang berlaku dalam pasal 154, 155, 156 dan 157 kitab itu dikenal dengan sebutan Haatzai Artikelen (pasal-pasal tentang penyebaran kebencian). Pasal ini mengancamkan hukuman pada siapapun yang dianggap menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian dan penghinaan terhadap pemerintah Nederland atau pemerintah Hindia Belanda (pasal 154 dan 155), dan terhadap sesuatu atau sejumlah kelompok penduduk di Hindia Belanda(pasal 156 dan 157).

Di segi lain, tidak begitu jelas, bagaimana persisnya visi Tirtohadisoerjo tentang agama (Islam). Namun penerbitan Medan Prijaji itu sendiri tak akan terjadi tanpa kerjasama dengan Haji Samanhudi, saudagar batik asal Sala yang juga penganut Islam taat. Samanhudi semula datang ke Bandung untuk menagih utang dan sementara waktu ia tinggal di sana. Di Bandung itulah Samanhudi bertemu dengan Tirtohadisoerjo, yang menggerakkan hati Samanhudi untuk berjuang dalam bidang penerbitan pers.

Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam di Sala pada 1911, yang menjadi awal dari Sarekat Islam, yang kemudian menyebar luas di seluruh Hindia Belanda. Medan Prijaji, dalam serangannya terhadap praktek-praktek dagang perusahaan Belanda dan Cina yang dipandangnya tidak fair, secara tak langsung mendukung usaha pedagang pengusaha Islam (baca pribumi).

Tentu saja kita bisa membahas lebih lanjut, apakah keterlibatan Samanhudi dalam penerbitan Medan Prijaji itu memang dilandasi semangat keislaman. Medan Prijaji terbit setelah orang Belanda dan Cina mulai bergerak dalam bidang penerbitan pers, yang kemudian menggugah orang Indonesia (pribumi) untuk juga terjun ke bidang itu. Terutama setelah berdirinya organisasi-organisasi yang berasaskan kebangsaan ataupun keagamaan. Namun dari kasus ini terlihat bahwa -- setidak-tidaknya pada satu masa -- pernah terjadi kondisi di mana pertautan antara kutub agama (Islam), tradisi dan modernitas, seolah-olah justru memberi kondisi yang menguntungkan (atau sekurang-kurangnya tidak merugikan) bagi ketiga kutub itu sendiri.

Demikianlah, karangan singkat tentang profil pers dan tokoh cendekiawan pers Indonesia ini tidaklah berpretensi untuk memberi uraian yang sangat lengkap, karena keterbatasan sumber acuan yang tersedia dan kurangnya waktu penulis untuk menelaah lebih mendalam dan menggali sumber-sumber lain. Meski demikian, diharapkan karangan singkat ini bisa bermanfaat atau memicu penelaahan lebih jauh oleh kalangan lain yang berminat. ***

BAHAN ACUAN:
Wild, Colin, dan Peter Carey, Gelora Api Revolusi, Sebuah Antologi Sejarah, Penerbit BBC Seksi Indonesia dan PT Gramedia, Jakarta, 1986.
Karangan-karangan P. Swantoro dan Abdurrachman Surjomihardjo, dalam buku terbitan Humas Kompas, Percetakan PT Gramedia, 1992.
Soebagijo I.N., Sebelas Perintis Pers Indonesia, Penerbit Djambatan, Jakarta, 1976.
Soebagijo I.N., H., Sejarah Pers Indonesia, Dewan Pers, Jakarta, 1977.
Surjomihardjo, Abdurrachman, Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia, Deppen RI - Leknas LIPI, Jakarta, 1980.

*** Ditulis untuk Simposium "Cendekiawan Indonesia, Masyarakat dan Negara: Wacana Lintas Kultural," dalam rangka Pertemuan Nasional I Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI, 8-11 Oktober 1993, Bogor.